Peringati Hari Kebebasan Pers Sedunia, Sore Ini AJI Bandar Lampung Gelar Diskusi Daring

Bagikan ke:

Infolampung.co, Bandar Lampung – Memperingati World Press Freedom Day (WPFD) atau Hari Kebebasan Pers Sedunia yang diperingati setiap 3 Mei, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung akan menggelar diskusi publik secara dalam jaringan (daring).

Diskusi bertajuk ‘Kebebasan Pers dan Berekspresi: Dalam Bayang-bayang Represi’, itu akan digelar pada Senin (3/5/2021), pukul 15.00-17.00 WIB.

“Diskusi ini berangkat dari kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis. Peristiwa yang menonjol adalah kekerasan terhadap Nurhadi, jurnalis Tempo di Surabaya. Dia disekap, dianiaya, hingga diancam dibunuh saat mengonfirmasi kasus korupsi,” kata Ketua AJI Bandar Lampung, Hendry Sihaloho, dalam siaran pers, Minggu (2/5/2021).

Selain Nurhadi, jurnalis Lampung Post, Ahmad Sobirin, juga menerima kekerasan verbal usai meliput pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) di Tulang Bawang Barat.

Baca juga:  Polri Cabut Surat Larangan Media Liput Arogansi Polisi Setelah Satu Hari Terbit

Sobirin menerima telepon dari oknum anggota polres setempat. Dalam percakapan, oknum polisi itu mengintimidasi Sobirin. Lalu, malam harinya, kediaman Sobirin didatangi mantan anggota TNI.

“Peristiwa yang menimpa Nurhadi dan Sobirin hampir bersamaan. Kekerasan terhadap kedua wartawan itu terkait kerja-kerja jurnalistik. Jurnalis perlu mendapat perlindungan, karena keberadaannya untuk menjaga dan memastikan hak-hak publik terpenuhi,” ujar Hendry.

Selain kekerasan terhadap pewarta, AJI Bandar Lampung juga menyoroti kebebasan berekspresi di Lampung.

Sepanjang Januari-April 2021, AJI mencatat tiga peristiwa yang berhubungan dengan kebebasan berekspresi.

Pertama, pelaporan mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) ke polisi usai demo menuntut keringanan uang kuliah tunggal (UKT).

“Kedua, surat peringatan terhadap lima gubernur mahasiswa Politeknik Negeri Lampung (Polinela) karena berencana demo soal UKT,” terang Hendry.

Baca juga:  LBH Pers: UU 40/1999 Tidak Pernah Digunakan, Kasus Kekerasan terhadap Wartawan di Lampung Mengambang Semua

Terakhir, skorsing dan drop out sembilan mahasiswa Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) setelah mendirikan sekretariat.

“Itu bukan yang pertama. Tahun lalu, jurnalis Teknokra Universitas Lampung (Unila) menjadi korban teror dan peretasan, ketika hendak menggelar diskusi soal Papua,” ungkap Hendry.

Pada 2019, sekelompok orang membubarkan acara menonton bareng film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ di gedung Dewan Kesenian Lampung.

“Saat menyampaikan Catatan Akhir Tahun 2019, kami sudah memproyeksikan kebebasan berekspresi di Lampung akan terganggu,” kata Hendry.

Terkini, aksi memperingati May Day (Hari Buruh Internasional) di sejumlah daerah berujung penangkapan, kemarin.

Turut pula ditangkap jurnalis pers mahasiswa yang meliput peringatan May Day.

Diskusi kali ini akan menghadirkan Direktur LBH Pers Lampung Chandra Bangkit dan Direktur LBH Bandar Lampung Chandra Muliawan.

Baca juga:  Pemprov Lampung Tidak Transparan, Jurnalis Sulit Dapat Data Anggaran Penanganan Covid-19

“Bersama AJI, mereka akan memantik diskusi. Selain itu, sejumlah korban kekerasan maupun pelanggaran kebebasan bereskspresi akan menyampaikan testimoni,” ujar Hendry.

Diskusi akan digelar secara online via Zoom dan diskusi publik live streaming melalui akun YouTube AJI Bandar Lampung.

Bagi yang hendak mengikuti diskusi ini, silakan melakukan registrasi untuk mendapatkan link Zoom: http://bit.ly/diskusipublik_AJI. (*)

FOTO: Ilustrasi/Istimewa


Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Motif Diduga soal Asmara, Ini Kronologi Pembunuhan Pegawai RSUD Bandar Lampung

Sen Mei 3 , 2021
Bagikan […]