IDI Bandar Lampung: Pemerintah Belum Serius Tangani Covid-19, Anggaran Digunakan Kemana Saja?

Bagikan ke:

Infolampung co, Bandar Lampung – Pemerintah dinilai belum serius dalam menangani Covid-19.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bandar Lampung menilai penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung belum maksimal.

Terutama penerapan 3T yaitu tracing, testing dan treatmen, dalam penanganan Covid-19 di Lampung.

Disarankan, pemerintah juga menambah 2T lagi, yaitu terukur dan transparan.

Ketua IDI Cabang Bandar Lampung, dr Aditya M Biomed, mengungkapkan, belum serius itu terlihat saat pemerintah melakukan 3T dan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama dalam menghindari kerumunan.

“Kita ini yang 3T-nya belum maksimal, terutama di bagian tracing dan testing. Begitu pula 5M. Saya ini Mantan pasien Covid-19, jadi penanganannya di puskesmas terdekat hanya ditanya-tanya saja. Seharusnya saat positif corona, 20 sampai 30 orang yang kontak dengan saya harus di-testing,” ujarnya, Selasa (4/5/2021).

Baca juga:  Membangkang, Pemilik Starone Kafe di Lampung Tengah Terancam Dipidana!

Namun, lanjut Aditya, perawat di puskesmas itu tidak menanyakan dalam dua hari terakhir kemana saja, kontak dengan siapa saja, serta yang lainnya. Padahal aktivitas cukup tinggi.

“Istri saya juga positif Covid-19. Saya tanya juga penanganannya, sama saja seperti itu. Jadi tracing kita kurang maksimal. Begitu pula dengan testing,” tegasnya, dilansir Suaralampung.

Menurut Aditya, 3T dalam penanganan Covid-19 sudah cukup bagus apabila dilaksanakan sesuai prosedur.

Namun harusnya ditambah 2T lagi, yaitu terencana (terukur) dan transparan. Hal itu tentunya akan lebih baik.

“Kalau bisa saya usul 3T itu ditambah 2T, sehingga dalam penanganan Covid-19 jadi 5T (tracing, testing, treatmen terencana dan transparan),” imbau Aditya.

Baca juga:  Bupati Lampung Tengah Izinkan Sholat Tarawih di Masjid, Musa Ahmad: Tetap Lakukan Protokol Kesehatan

Menurutnya, dengan penambahan 2T tersebut pemerintah memiliki alur yang jelas dalam hal menangani pandemi Covid-19, sehingga semua data yang tersaji bukan hanya asumsi belaka.

“Jadi terencana, benar-benar terukur, tidak bisa Covid-19 ini pakai asumsi, harus ada data pastinya,” ujar Aditya.

“Pemerintah juga harus transparan dalam tindakan. Anggaran yang digunakan kemana saja,” tambahnya.

Kalau semua ini dijalankan pemerintah dengan 5T dan masyarakat dengan 5M, maka data yang tersaji angkanya pasti.

Selain harus terukur, terarah dan transparan, tracing dan testing juga harus dimaksimalkan lagi dalam penanganan Covid-19 di Lampung. (*)

FOTO: Ketua IDI Cabang Bandar Lampung, dr. Aditya M. Biomed. (MTVL)

Baca juga:  Sekolah Tatap Muka di Bandar Lampung Ditunda Lagi hingga 10 Juli 2021, Eva: Belum Zona Hijau Covid-19

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad Kukuhkan Pengurus Dewan Riset Daerah

Rab Mei 5 , 2021
Bagikan […]