H-2 Mudik Dilarang, 42.649 Kendaraan Sudah Masuk ke Lampung dari Pelabuhan Merak, Pemerintah Kecolongan?

Bagikan ke:

Infolampung.co, Lampung Selatan – Kebijakan pemerintah melarang masyarakat mudik saat pandemi Covid-19 sepertinya perlu dievaluasi dan dikaji kembali, khususnya soal waktu pelarangannya.

Sebab, sebelum larangan itu resmi berlaku, sudah banyak masyarakat yang mudik lebih cepat atau curi start dari waktu yang ditentukan. Pemerintah kecolongan?

Diketahui, masa larangan mudik baru akan resmi berlaku 6 Mei 2021, sepekan sebelum Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah pada 13 Mei 2021.

Namun, dua hari menjelang pelarangan mudik diberlakukan, Selasa (4/5/2021), tercatat sebanyak 42.649 kendaraan sudah menyeberang ke Lampung melalui Pelabuhan Bakauheni.

Jumlah tersebut berdasarkan data sementara dari PT ASDP Bakauheni selama lima hari, 28 April hingga 2 Mei 2021.

Baca juga:  Wanita asal Lampung Ini 'Miwang' Disuruh Putar Balik saat Mudik Naik Motor, Alasannya Mengharukan

Humas PT ASDP Bakauheni, Syaifullahil Maslul Harahap, mengungkapkan, jumlah kendaraan yang masuk dari Pelabuhan Merak, Banten lebih banyak dibanding jumlah kendaraan yang keluar dari Pelabuhan Bakauheni.

“Dari Pelabuhan Bakauheni belum ada lonjakan, kondisinya masih normal,” ujarnya, saat dihubungi, Senin (3/5/2021) malam.

Rincian kendaraan yang masuk dari Pelabuhan Merak yakni, roda dua sebanyak 8.699 unit, roda empat 18.867 unit, serta truk dan bus sebanyak 13.653 unit.

“Yang terjadi lonjakan itu di Pelabuhan Merak, sebanyak 42 ribu. Sedangkan di Pelabuhan Bakauheni tidak (ada lonjakan), hanya 28 ribu,” kata Syaiful, dilansir Kompas.com.

Adapun rincian kendaraan yang keluar dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak berjumlah 28.400 unit, yaitu 11.145 unit kendaraan roda empat, 14.080 unit truk/bus, dan 1.743 unit roda dua.

Baca juga:  Curi Start Mudik, 600 Ribu Lebih Orang Diprediksi akan Masuk ke Lampung

Puluhan Travel Gelap Ditindak

Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, menjelaskan, per 2 Mei 2021 sebanyak 30 unit travel gelap telah mendapat tindakan tegas kepolisian.

“Ada 30 kendaraan travel gelap yang melakukan pelanggaran telah diberi penindakan,” ujarnya.

Sedangkan kendaraan yang diminta putar balik berjumlah 142 unit.

“Rapid test yang dilakukan secara acak berjumlah 233 orang,” ujar Pandra. (*)

FOTO: Ditlantas Polda Lampung memeriksa kesiapan pos pengamanan di Pelabuhan Bakauheni menjelang libur panjang, 28 – 31 Oktober 2020. ( Dok. Ditlantas Polda Lampung)


Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Usai Melahirkan, Jaksa di Lampung Meninggal Akibat Terjangkit Covid-19

Sel Mei 4 , 2021
Bagikan […]