Curi Start Mudik, 600 Ribu Lebih Orang Diprediksi akan Masuk ke Lampung

Bagikan ke:

Infolampung.co, Bandar Lampung — Sebelum larangan mudik 6-17 Mei 2021 resmi diberlakukan, nampaknya digunakan masyarakat untuk mudik lebih awal atau curi start.

Hal ini tentu sangat berpengaruh dengan tibgkat penyebaran Covid-19, yang berusaha dicegah pemerintah.

Pada masa sebelum larangan mudik 6 Mei 2021, Lampung diprediksi akan dimasuki lebih dari 600 ribu orang.

“Hal itu berdasarkan info yang disampaikan Menteri Perhubungan dalam konferensi video beberapa hari lalu,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Reihana, dalam keterangan pers, Minggu (2/5/2021).

Dijelaskan, tim masih tetap terus bekerja keras untuk penanganan Covid-19 dan pencegahannya melalui berbagai upaya.

“Beberapa hari ini sudah flat (jumlah kasus mendatar). Semoga bisa flat seterusnya, dan bahkan turun,” harap Reihana, dilansir Republika.

Kasus penularan Covid-19 di Lampung terus merangkak naik. Penyebarannya merata di seluruh daerah di provinsi itu.

Baca juga:  Melanggar, Satu Tempat Usaha Ditutup Satgas Covid-19 Bandar Lampung, Enam Lainnya Ditegur

Dari 15 kabupaten/kota di Lampung, hanya ada empat kabupaten/kota yang berstatus zona kuning (risiko kenaikan kasus Covid-19 rendah).

Selebihnya 11 daerah zona oranye (risiko kenaikan kasus sedang).

Tidak ada zona merah (risiko kenaikan kasus tinggi), dan zona hijau (tidak terdampak Covid-19).

Data yang disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung, Minggu (2/5/2021), total kasus positif Covid-19 di Provinsi Lampung sebanyak 16.116 orang, dengan kasus baru (tambahan) 75 orang.

Pasien positif selesai isolasi atau sembuh 14.386 orang, bertambah 42 orang.

Sedangkan pasien positif yang meninggal dunia total 867 orang, setelah bertambah dua pasien .

Sedangkan sebaran Covid-19 di Provinsi Lampung masih merata ke-15 kabupaten/kota.

Baca juga:  Satgas Penanganan Covid-19 Lampung: Pasien Meninggal Bertambah Empat, Total 786, Positif 14.404 Orang

Hanya empat daerah zona kuning yakni Kabupaten Pesisir Barat, Tanggamus, Lampung Selatan, dan Tulangbawang.

Sedangkan 11 daerah lainnya zona oranye, yakni Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah, Mesuji, Pesawaran, Pringsewu, Lampung Barat, Lampung Utara, Waykanan, dan Tulangbawang Barat.

Dari 11 daerah zona oranye tersebut, Kota Bandar Lampung masih tertinggi jumlah kasus positif Covid-19.

Padahal sebelumnya ibukota Provinsi Lampung tersebut sempat berada di zona kuning, dan dua kali zona merah.

Target Pemkot Bandar Lampung yang akan masuk zona hijau pada April 2021, tidak tercapai, atau sebelum Lebaran Idul Fitri 1442 masih belum terwujud.

Warning Presiden

Sebelumnya, Provinsi Lampung masuk 10 daerah yang menjadi perhatian Presiden Joko Widodo, karena jumlah kasus Covid-19 merangkak naik.

Baca juga:  Kafe Marley Ditutup Satgas Covid-19 Bandar Lampung karena Langgar Prokes

Kesepuluh provinsi itu yakni Sumatra Selatan, Aceh, Lampung, Jambi, Kalimantan Barat, Riau, Sumatra Barat, Bengkulu, Kepulauan Riau, dan Nusa Tenggara Timur.

Presiden meminta pemerintah daerah sigap merespons perkembangan pandemi Covid-19.

Dia tidak ingin lonjakan jumlah kasus Covid-19 kembali terjadi di Indonesia.

“Saya melihat beberapa daerah sudah mulai terjadi kenaikan. Perlu saya sampaikan hati-hati. Di daerah-daerah Sumatera Selatan, Aceh, Lampung, Jambi, Kalbar, NTT, Riau, Sumbar, Bengkulu, Kepri, hati-hati ada kenaikan,” kata Jokowi dalam Pengarahan Presiden RI kepada Kepala Daerah se-Indonesia Tahun 2021 yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/4/2021). (*)

FOTO: Ilustrasi/Istimewa


Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Peringati Hari Kebebasan Pers Sedunia, Sore Ini AJI Bandar Lampung Gelar Diskusi Daring

Sen Mei 3 , 2021
Bagikan […]